<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Hidup Sehat dengan Sunnah Rasulullah</title>
	<atom:link href="http://abusyahraini.dagdigdug.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abusyahraini.dagdigdug.com</link>
	<description>agar amal tak sia-sia</description>
	<pubDate>Thu, 27 Aug 2009 14:07:36 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Kebiasaan Rasulullah Banyak Bersedekah di Ramadhan</title>
		<link>http://abusyahraini.dagdigdug.com/2009/08/27/kebiasaan-rasulullah-banyak-bersedekah-di-ramadhan/</link>
		<comments>http://abusyahraini.dagdigdug.com/2009/08/27/kebiasaan-rasulullah-banyak-bersedekah-di-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2009 14:07:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abusyahraini</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Renungan Sehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abusyahraini.dagdigdug.com/2009/08/27/kebiasaan-rasulullah-banyak-bersedekah-di-ramadhan/</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu kebiasaan Rasulullah SAW dalam bulan Ramadhan adalah Memperbanyak Bersedekah. Dari sebuah hadistnya dapat kita ambil pelajaran :
“Dan dari Ibnu Abbas RA., ia berkata Rasulullah SAW adalah orang yang sangat dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi ketika bulan Ramadhan ketika beliau didatangi Jibril. (Muttafaq Alaih)”
Hadist ini dimuat dalam Kitab Sahih Bukhari (4/99) dan Sahih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom: 0cm">Salah satu kebiasaan Rasulullah SAW dalam bulan Ramadhan adalah Memperbanyak Bersedekah. Dari sebuah hadistnya dapat kita ambil pelajaran :</p>
<p style="margin-bottom: 0cm">“Dan dari Ibnu Abbas RA., ia berkata Rasulullah SAW adalah orang yang sangat dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi ketika bulan Ramadhan ketika beliau didatangi Jibril. (Muttafaq Alaih)”</p>
<p style="margin-bottom: 0cm">Hadist ini dimuat dalam Kitab Sahih Bukhari (4/99) dan Sahih Muslim (2307)<span id="more-41"></span></p>
<p style="margin-bottom: 0cm">Dengan hadist ini nampaknya sepakat para perawi hadist, sehingga tidak diragukan lagi kebenarannya.</p>
<p style="margin-bottom: 0cm">Jika kita sebagai umat pengikut Rasulullah maka sebaiknya kita contoh apa yang telah menjadi kebiasaan dari Beliau di Bulan Ramadhan ini. Apalagi di bulan yang penuh rahmat ini semua amalan dilipat gandakan balasannya oleh Allah SWT.</p>
<p style="margin-bottom: 0cm">Mudah-mudahan saja dengan meniru apa yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW ini, Allah pun memudahkan rezeki Anda saat ini dan yang akan datang. Amin!</p>
<p style="margin-bottom: 0cm">
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://abusyahraini.dagdigdug.com/?p=41&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_41" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abusyahraini.dagdigdug.com/2009/08/27/kebiasaan-rasulullah-banyak-bersedekah-di-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan Kembali Jahiliah</title>
		<link>http://abusyahraini.dagdigdug.com/2009/03/13/jangan-kembali-jahiliah/</link>
		<comments>http://abusyahraini.dagdigdug.com/2009/03/13/jangan-kembali-jahiliah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2009 22:50:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abusyahraini</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Renungan Sehat]]></category>

		<category><![CDATA[25911]]></category>

		<category><![CDATA[27513]]></category>

		<category><![CDATA[34151]]></category>

		<category><![CDATA[34159]]></category>

		<category><![CDATA[34161]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abusyahraini.dagdigdug.com/2009/03/13/jangan-kembali-jahiliah/</guid>
		<description><![CDATA[Nauzubillah, sangat menyedihkan kondisi akidah kebanyakan umat muslim Indonesia saat ini. Timbulnya gejala-gejala alam yang menakjubkan dan aneh-aneh bukannya menambah keimanan untuk menambah ketakjuban kepada Allah Yang Maha Agung malah beralih menundukkan hatinya takjub pada gejala alam yang aneh tersebut, yang padahal terjadi karena izin Allah SWT agar makhluknya mengambil iktibar.
Tingkah aneh manusia yang takjub [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nauzubillah, sangat menyedihkan kondisi akidah kebanyakan umat muslim Indonesia saat ini. Timbulnya gejala-gejala alam yang menakjubkan dan aneh-aneh bukannya menambah keimanan untuk menambah ketakjuban kepada Allah Yang Maha Agung malah beralih menundukkan hatinya takjub pada gejala alam yang aneh tersebut, yang padahal terjadi karena izin Allah SWT agar makhluknya mengambil iktibar.<span id="more-40"></span></p>
<p>Tingkah aneh manusia yang takjub pada ciptaan Allah SWT tentunya bukanlah hal yang baru, sebelum Rasulullah di utus Allah SWT, bangsa Arab juga terjebak pada rayuan syaitan untuk menundukan hatinya pada gejala alam yang terjadi di sekitarnya. Mereka takjub pada berhala deperti patung yang mereka buat sendiri, baik terbuat dari kayu, besi, logam mulia dan roti. Apakah bangsa Arab ketika itu bangsa yang terbelakang? Tentu tidak, bangsa Arab waktu itu sudah tinggi budayanya ini dibuktikannya dengan adanya pasar seni di mana orang-orang berkumpul mengadu ketajaman berpikir dengan menyusun kata-kata indah seperti syair puisi dan lagu.</p>
<p>Kini di abad informasi yang melimpah di dukung teknologi dan majunya pemahaman pengetahuan yang ilmiah. Namun hal itu tidak cukup untuk membuat akal semakin cerdas. Akal seakan tumpul ketika melihat ketakjuban yang sebenarnya merupakan was-was syetan di hati manusia yang terlena, bukannya memuji Sang Khalik ketika melihat keajaiban itu.</p>
<p>Tidak cukupkah  kita melihat kebesaran Allah yang menyemburkan lumpur di Sidoarjo yang hingga saat ini tak bisa dihentikan. Apakah harus kita menyembah lumpur Sidoarjo itu karena ia tidak berhenti menyembur? Tidakkah kita harus mengkoreksi diri tingkah apa yang telah kita lakukan di atas Bumi Sidoarjo itu, sehingga Allah menjadi murka seperti itu.</p>
<p>Lalu kenapa ketika ada batu Ponari yang disambar petir,  pohon kayu yang sehabis ditebang dahannya meneluarkan getah, dari lantai rumah menimbulkan panas lantas kita percaya mendatangkan kesembuhan. Keanehan demi keanehan itu adalah cobaan dari Allah Swt agar hati kita harus lebih tunduk kepada-Nya.</p>
<p>Yakinlah tidak ada kesembuhan di datangkan Allah dari proses yang instan. Karena struktur tubuh kita juga bukan barang ciptaan yang asalan jadi jangan berobat dengan yang asalan. Tubuh kita diciptakan dengan sempurna oleh Allah SWT, dan penuh perhitungan, ini terbukti seperti alis mata dan jenggot mesti sama-sama rambut dan sama-sama tumbuh di atas kepala, tapi lihatlah apakah mereka sama-sama tumbuh memanjang. Allah  sudah mengatur pertumbuhan alis dan Allah juga sudah mengatur pertumbuhan jenggot. Semuanya benar-benar terukur atas peritahnya. Subhanallah.</p>
<p>Untuk itu hentikanlah percaya kepada ciptaan Allah yang kita yakini untuk mendatangkan manfaat dan kebaikan kepada kita. Tetapi tundukanlah hati kita setunduk-tunduknya untuk meyakini Allah SWT  illah dari semuanya, Hanya Dia yang bisa mendatangkan manfaat dan kebaikan. Malulah kita pada Allah SWT atas keyakinanan kepada selain Allah SWT yang sebenarnya sama posisinya dengan kita yaitu sama-sama makhluk yang tergantung pada kebesaran Allah SWT. Jangan tunggu murka Allah SWT karena kekeliruan kita bertingkah. Untuk jangan lagi kembali jahiliah. Wallahu alam bisawab.</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://abusyahraini.dagdigdug.com/?p=40&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_40" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abusyahraini.dagdigdug.com/2009/03/13/jangan-kembali-jahiliah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>HADITS KETUJUH : AGAMA ITU NASIHAT</title>
		<link>http://abusyahraini.dagdigdug.com/2008/12/16/hadits-ketujuh-agama-itu-nasihat-2/</link>
		<comments>http://abusyahraini.dagdigdug.com/2008/12/16/hadits-ketujuh-agama-itu-nasihat-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Dec 2008 13:43:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abusyahraini</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[HADITS-40]]></category>

		<category><![CDATA[10933]]></category>

		<category><![CDATA[28162]]></category>

		<category><![CDATA[34153]]></category>

		<category><![CDATA[34156]]></category>

		<category><![CDATA[34165]]></category>

		<category><![CDATA[3826]]></category>

		<category><![CDATA[4268]]></category>

		<category><![CDATA[4284]]></category>

		<category><![CDATA[722]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abusyahraini.dagdigdug.com/2008/12/16/hadits-ketujuh-agama-itu-nasihat-2/</guid>
		<description><![CDATA[Dari Abu Ruqoyah Tamim Ad Daari radhiallahuanhu, sesungguhnya Rasulullah Muhammad SAW bersabda : Agama adalah nasehat(1-2), kami berkata : Kepada siapa ? beliau bersabda : Kepada Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya dan kepada pemimpan kaum muslimin dan rakyatnya (3). (Riwayat Bukhori dan Muslim)

&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-
1. Nasehat adalah : ungkapan yang menyeluruh berupa keinginan yang mencakup semua kebaikan.
2. Yang dimaksud [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari Abu Ruqoyah Tamim Ad Daari radhiallahuanhu, sesungguhnya Rasulullah Muhammad SAW bersabda : Agama adalah nasehat(1-2), kami berkata : Kepada siapa ? beliau bersabda : Kepada Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya dan kepada pemimpan kaum muslimin dan rakyatnya (3). (Riwayat Bukhori dan Muslim)<br />
<span id="more-37"></span><br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p>1. Nasehat adalah : ungkapan yang menyeluruh berupa keinginan yang mencakup semua kebaikan.<br />
2. Yang dimaksud adalah bahwa nasehat merupakan penopang agama.<br />
3. Yang dimaksud dengan nasehat kepada Allah adalah beriman kepadanya, tidak menyekutukannya, mensucikannya dari segala kekurangan, ta&#8217;at kepada-Nya dan tidak bermaksiat kepada-Nya. Nasehat kepada Rasul-Nya adalah membenarkan risalahnya, beriman kepada semua yang dibawanya, menghormatinya, melaksanakannya ajarannya dll.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<br />
Pelajaran :<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>1. Agama Islam berdiri tegak diatas upaya saling menasihati, maka harus selalu saling menasihati diantara masing-masing individu muslim.<br />
2. Nasihat wajib dilakukan sesuai kemampuannya .</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<br />
Tema-tema hadits yg terkait dg Al-Qur&#8217;an<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<br />
1. Da&#8217;wah dan Amar Ma&#8217;ruf Nahi munkar : 3 : 104, 3: 110, 41 : 33<br />
3. Pentingnya selalu upaya untuk saling mengingatkan : 51 : 55, 87 : 9.</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://abusyahraini.dagdigdug.com/?p=37&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_37" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abusyahraini.dagdigdug.com/2008/12/16/hadits-ketujuh-agama-itu-nasihat-2/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Jamaah Surau Kesurupan</title>
		<link>http://abusyahraini.dagdigdug.com/2008/12/12/jamaah-surau-kesurupan-2/</link>
		<comments>http://abusyahraini.dagdigdug.com/2008/12/12/jamaah-surau-kesurupan-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Dec 2008 11:01:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abusyahraini</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kisah Nyata]]></category>

		<category><![CDATA[12772]]></category>

		<category><![CDATA[18933]]></category>

		<category><![CDATA[20365]]></category>

		<category><![CDATA[28041]]></category>

		<category><![CDATA[28042]]></category>

		<category><![CDATA[28043]]></category>

		<category><![CDATA[28044]]></category>

		<category><![CDATA[3042]]></category>

		<category><![CDATA[8632]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abusyahraini.dagdigdug.com/2008/12/12/jamaah-surau-kesurupan-2/</guid>
		<description><![CDATA[Seperti biasa, ba&#8217;da shalat shubuh setelah berdoa secara masing-masing, aku memberikan wejangan singkat tentang beberapa pemahaman ayat al Quran. Dilanjutkan dengan mengulang hapalan zikir pagi dan sore Rasulullah yang terhimpun dalam kitab Al Matsurat Hasan al Banna.
Semula aku tidak mengira, kalau ibu-ibu dan bapak-bapak yang terbilang sudah nenek-nenek dan kakek-kakek itu akan mampu menghapal zikir-zikir [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti biasa, ba&#8217;da shalat shubuh setelah berdoa secara masing-masing, aku memberikan wejangan singkat tentang beberapa pemahaman ayat al Quran. Dilanjutkan dengan mengulang hapalan zikir pagi dan sore Rasulullah yang terhimpun dalam kitab Al Matsurat Hasan al Banna.</p>
<p>Semula aku tidak mengira, kalau ibu-ibu dan bapak-bapak yang terbilang sudah nenek-nenek dan kakek-kakek itu akan mampu menghapal zikir-zikir itu. Mulai dari menghapal ayat-ayat pendek yang dianjurkan sampai doa-doa zikir Rasulullah pagi dan petang itu. Allah SWT melihatkan kebesaran-Nya &#8211;meski sudah nenek-nenek dan kakek-kakek&#8211; dalam waktu 6 bulan dengan cara diulang setiap subuh akhirnya semua jamaah berhasil menghapalnya.<br />
<span id="more-36"></span><br />
Suatu kali ketika ketika para jamaah mengulang ayat-ayat pendek dan Almatsurat itu, mendadak ada seorang jamaah perempuan yang kesurupan. Jamaah lain mendadak heboh, dan aku pun mendekatinya. Tubuhnya kejang dan dari mulutnya keluar sumpah serapah. Dengan mata merah dan suara yang berubah menjadi besar ia menunjuk padaku dan memintaku berhenti membimbing jamaah menghapal al Quran dan doa-doa itu.</p>
<p>Ku tak pedulikan apa ucapannya. Dengan memohon perlindungan Allah SWT aku memegang kepalanya dan membacakan kembali ayat-ayat al Quran yang tadi diulang jamaah secara bersama. Kepada jamaah yang lain aku juga meminta untuk ikut membacakan.</p>
<p>Dengan izin Allah SWT melalui mulut wanita yang kesurupan itu jinnya berbicara. Ia mengaku kepanasan dengan bacaan dan zikir yang dibaca berulang-ulang itu. Ia tidak suka dan benci dengan bacaan itu.</p>
<p>Dari dialog yang panjang, akhirnya ia mengaku disuruh oleh seorang dukun di kampung itu. Katanya Dukun itu tidak senang dengan kehadiranku di kampungku sendiri. Ia merasa terganggu, karena disetiap kesempatan yang diberikan oleh Allah SWT &#8211;selama aku di kampung&#8211; untuk memberikan khutbah jumat dan ceramah, aku selalu mengajak orang untuk meninggalkan praktik perdukunan dan tidak berobat ke dukun. Lebih baik berobat ke mantri di Puskesmas setempat. Nauzubillah!</p>
<p>Kehadiranku di kampung dianggap para dukun sebagai ancaman. Padahal aku tidak pernah bermusuhan dengan mereka. Secara sosial mereka adalah warga kampungku dan terkadang mereka masih dalam lingkup keluarga dan margaku. Akan tetapi memang secara akidah, aku tegas tidak setuju dengan cara mereka yang klenik itu. Karena Allah SWT tegas-tegas melarangnya dan tidak diampuni dosa orang-orang yang menjadi dukun dan berobat ke dukun (Al Quran Surah An Nisaa&#8217; Ayat 116).</p>
<p>Jin adalah pembohong dan aku tidak percaya dengan segala ucapannya. Bisa jadi ia hanya mengadu domba dan memfitnah. Meski ketika itu ia bersumpah dengan nama Allah SWT. Dengan terus berlindung pada Allah SWT atas kejahatan mahkluk yang diciptakan-Nya, aku menyampaikan ajakan kepada jin itu untuk keluar dari tubuh wanita itu.</p>
<p>Karena ia membandel dan tetap bersikeras untuk tetap berada dalam tubuh wanita itu, aku dan jamaah terus membacakan Al Quran. Akhirnya ia pun menyerah. Dan aku mengajaknya untuk masuk Islam secara kaffah, meski sebelumnya ia mengaku sudah Islam tapi tidak pernah melakukan syariat Islam seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.</p>
<p>Ia yang mengaku bernama Jin Nasir itu kepadanya akupun bertanya, apa ia kenal dengan ulama jin di sekitar tempat ia tinggal. Ia menjawab ia kenal Jin Daud dan Jin Hamid &#8211;masha Allah hanya Allah SWT yang tahu&#8211; yang tinggal di Surau itu. Keduanya adalah Jin Muslim yang katanya selalu hadir di majelis kami. Kemudian aku minta Jin Nasir memanggilkan Jin Daud untuk berbicara denganku.</p>
<p>Tidak lama Jin Daud datang dan mengucapkan salam dan kami jamaah Surau menjawab salam itu, ia pun memanggilnya dan dengan izin Allah SWT aku meminta jin Daud untuk menggajari Jin Nasir kembali ke jalan Islam yang benar dan meninggalkan membantu dukun atau tukang sihir di kampung itu.</p>
<p>Jin Daud berterimakasih sudah membantu menyadarkan saudara sebangsanya, dan ia juga meminta aku tidak berhenti menyampaikan dakwah di Surau itu. Ia dan kafilahnya telah mengajak kafilah lainnya untuk ikut bersama mendengarkan dakwah dan penghapalan zikir padi dan sore Rasulullah SAW di surau itu. Subhanallah.</p>
<p>Setelah mengucapkan salam, Jin Daud dan Jin Nasir kembali ke alamnya. Sungguh Maha Besar Allah SWT yang telah melihatkan tanda-tanda kebesarannya kepada kami. Setelah kepergiannya perempuan tadi sadar dan kaget melihat ia dikerumuni jamaah.</p>
<p>Setelah itu aku  bertanya kepada perempuan itu, apa ia memakai jimat? Ia menjawab, &#8220;iya&#8221;. Ternyata di pinggangnya terlilit jimat dari kain hitam, yang katanya, dia minta ke dukun untuk penangkal kejahatan. Karena sudah berusia mendekati 40 tahun ia belum juga mendapatkan jodoh.</p>
<p>Setelah itu aku memohon petunjuk Allah SWT dan menjelaskan jimat tidak akan memberikan manfaat apapun kepada kita. Karena jimat bukanlah Tuhan tidak akan memberikan perlindungan maupun jodoh. Dibakar pun jimat itu tidak melawan. Rasulullah SAW pun tidak pernah mengajarkan hal yang seperti itu. Cukup Allah SWt saja  jadi pelindung dan tempat meminta (Al Quran Surah Al Baqarah Ayat 255-256).</p>
<p>Kalau ingin sesuatu, kataku, mintalah langsung pada Allah SWT. Sebagai Illah yang kita sembah Allah SWT akan mengabulkan setiap permintaan kita yang kita lakukan dengan sungguh-sungguh diikuti dengan ikhtiar (Al Quran Surah Al Baqarah Ayat 186). Itu janji Allah SWT dan Allah SWT tidak pernah ingkar akan janjinya.</p>
<p>Atas petunjuk Allah SWT, akhirnya perempuan itu menyerahkan jimat itu kepadaku. Dan ternyata jamaah lain ada pula yang memakainya dan ada yang mengaku menyimpan di rumah. Di saat itu juga semuanya dengan ikhlas mengambil pulang dan semua jimat diserahkan kepadaku untuk dimusnahkan. Mereka takut memusnahkan sendiri. Akhirnya jimat-jimat (yang sudah jadi berhala mereka) kami musnahkan di halaman Surau dengan cara membakar dan abunya kami hanyutkan ke air yang mengalir di depan surau itu.</p>
<p>Alhamdulillah, Allah SWT telah memberi petunjuk kepada mereka. Bahwa tidak ada tempat berlindung dari kejahatan makhluk lain kecuali hanya Allah SWT. Bahwa Allah SWT-lah Raja dari keghaiban dan tempat meminta dari apa yang kita butuhkan, karena kita adalah makhluk ciptaan-Nya. Dan kalam Allah SWT tidak ada keraguan kebenarannya menjadi petunjuk bagi orang yang taat pada Allah SWT (Al Baqarah Ayat 2).</p>
<p>Karena matahari sudah mulai menanjak, kami pun pulang ke rumah masing-masing dengan perasaan lega. Semoga Allah SWT selalu menetapkan petunjuk itu di hati kami dan menambahkan perlindungan-Nya dan keimanan kami kepada-Nya. Amin! Wallahu&#8217;alam Bi Sawab.</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://abusyahraini.dagdigdug.com/?p=36&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_36" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abusyahraini.dagdigdug.com/2008/12/12/jamaah-surau-kesurupan-2/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>HADITS KEENAM : MENJAGA KESUCIAN JIWA</title>
		<link>http://abusyahraini.dagdigdug.com/2008/12/11/hadits-keenam-menjaga-kesucian-jiwa/</link>
		<comments>http://abusyahraini.dagdigdug.com/2008/12/11/hadits-keenam-menjaga-kesucian-jiwa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Dec 2008 11:05:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abusyahraini</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[HADITS-40]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abusyahraini.dagdigdug.com/2008/12/11/hadits-keenam-menjaga-kesucian-jiwa/</guid>
		<description><![CDATA[Dari Abu Abdillah Nu&#8217;man bin Basyir radhiallahuanhu dia berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas. Diantara keduanya terdapat perkara-perkara yang syubhat (samar-samar) yang tidak diketahui oleh orang banyak. Maka siapa yang takut terhadap syubhat berarti dia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya. 
Dan siapa yang terjerumus dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari Abu Abdillah Nu&#8217;man bin Basyir radhiallahuanhu dia berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas. Diantara keduanya terdapat perkara-perkara yang syubhat (samar-samar) yang tidak diketahui oleh orang banyak. Maka siapa yang takut terhadap syubhat berarti dia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya. <span id="more-22"></span></p>
<p>Dan siapa yang terjerumus dalam perkara syubhat, maka akan terjerumus dalam perkara yang diharamkan. Sebagaimana penggembala yang menggembalakan hewan gembalaannya disekitar (ladang) yang dilarang untuk memasukinya, maka lambat laun dia akan memasukinya. Ketahuilah bahwa setiap raja memiliki larangan dan larangan Allah adalah apa yang Dia haramkan. Ketahuilah bahwa dalam diri ini terdapat segumpal daging, jika dia baik maka baiklah seluruh tubuh ini dan jika dia buruk, maka buruklah seluruh tubuh; ketahuilah bahwa dia adalah hati “. (Riwayat Bukhori dan Muslim)</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<br />
Catatan :<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>• Hadits ini merupakan salah satu landasan pokok dalam syari&#8217;at.<br />
Abu Daud berkata :<br />
Islam itu berputar dalam empat hadits, kemudian dia menyebutkan hadits ini salah satunya.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<br />
Pelajaran yang terdapat dalam hadits diatas / :<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>1. Termasuk sikap wara&#8217;(*) adalah meninggalkan syubhat .<br />
2. Banyak melakukan syubhat akan mengantarkan seseorang kepada perbuatan haram.<br />
3. Menjauhkan perbuatan dosa kecil karena hal tersebut dapat menyeret seseorang kepada perbuatan dosa besar.<br />
4. Memberikan perhatian terhadap masalah hati, karena padanya terdapat kebaikan fisik.<br />
5. Baiknya amal perbuatan anggota badan merupakan pertanda baiknya hati.<br />
6. Pertanda ketakwaan seseorang jika dia meninggalkan perkara-perkara yang diperbolehkan karena khawatir akan terjerumus kepada hal-hal yang diharamkan.<br />
7. Menutup pintu terhadap peluang-peluang perbuatan haram serta haramnya sarana dan cara ke arah sana.<br />
8. Hati-hati dalam masalah agama dan kehormatan serta tidak melakukan perbuatan perbuatan yang dapat mendatangkan persangkaan buruk.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<br />
*. Wara&#8217; adalah sikap dari rasa takutnya seseorang dari perbuatan haram.<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>Tema-tema hadits yg terkait dg Al-Qur&#8217;an<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>1. Penetapan halal dan haram : 2 : 275, 16 : 115, 5 : 87<br />
2. Menghindari syubhat : 49 : 12<br />
3. Kedudukan hati : 26 : 89, 16 : 106, 22 : 46<br />
4. Allah Maha Berkuasa (Raja) : 5 : 40, 114 : 2</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://abusyahraini.dagdigdug.com/?p=22&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_22" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abusyahraini.dagdigdug.com/2008/12/11/hadits-keenam-menjaga-kesucian-jiwa/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ibrah dari Ibrahim</title>
		<link>http://abusyahraini.dagdigdug.com/2008/12/11/ibrah-dari-ibrahim/</link>
		<comments>http://abusyahraini.dagdigdug.com/2008/12/11/ibrah-dari-ibrahim/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Dec 2008 05:21:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abusyahraini</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Renungan Sehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abusyahraini.dagdigdug.com/2008/12/11/ibrah-dari-ibrahim/</guid>
		<description><![CDATA[Ibrahim A.S adalah manusia dari sejak kecilnya sudah yakin dengan Tuhan yang tunggal yaitu Allah SWT, meski ia lahir dari bapaknya seorang pematung yang menghasilkan karya untuk di sembah masyarakat Babilonia.  Seperti kita lihat bagaimana ia berhadapan dengan Raja Namrudz  Raja Babilonia, ia dengan tegas mengatakan tidak mempertuhankan selain Allah SWT termasuk Namrudz [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://abusyahrain.wordpress.com/files/2008/12/3087217226_b223a09be4_o.jpg?w=300" height="259" width="300" alt="3087217226_b223a09be4_o" />Ibrahim A.S adalah manusia dari sejak kecilnya sudah yakin dengan Tuhan yang tunggal yaitu Allah SWT, meski ia lahir dari bapaknya seorang pematung yang menghasilkan karya untuk di sembah masyarakat Babilonia.  Seperti kita lihat bagaimana ia berhadapan dengan Raja Namrudz  Raja Babilonia, ia dengan tegas mengatakan tidak mempertuhankan selain Allah SWT termasuk Namrudz (Al Baqarah 258).<span id="more-21"></span><br />
<br />
Selanjutnya, selain taat pada Allah SWT. Ibrahim tidak lupa berdoa untuk orang tuanya meski ia tahu orang tuanya adalah musuh Allah SWT.  Dan memohonkan ampun atas kesalahan Bapaknya  kepada Allah SWT dilakukannya sebagai ujud memenuhi janji seorang anak kepada Bapaknya. Namun demikian Ibrahim tetap tahu kalau doa itu akan sia-sia, karena tidak akan ada ampun bagi orang yang berbuat kemusyrikan (AtTaubah 114).<br />
<br />
Pelajaran yang lain dari Ibrahim adalah cinta pada Allah SWT melebih dari segala cinta yang ada di hatinya terhadap makhluk Allah SWT lainnya. Inilah sepenggal kisah yang dalam sejarah sudah banyak diketahui oleh muslim. Bukan main cintanya Ibrahim pada anaknya, karena lama waktu ia menunggu kehadirannya. Akan tetapi setelah dikarunia anak, Allah SWT menguji dengan perintah sembelih. (As Shaaffaat 102). Sangat cinta pada Anak tapi ia lebih cinta pada Allah SWT.Bukankah hal ini sangat bijak untuk kita tiru dalam kehidupan sehari-hari.<br />
<br />
Tentu tidak ada paksaan dalam beragama (al Baqarah 186).  Kita hidup di dunia sudah barang tentu sebagai ladang ujian. Karena itu maksud diciptakan-Nya Surga dan Neraka, untuk membalas semua yang kita lakukan di dunia. Kita sebagai manusia yang berakal, boleh pilih antara keduanya.Sebagai pemilih harusnya salah satu, karena memilih dua namanya kita tak konsisten.<br />
<br />
Istiqamahnya (baca : konsisten) Ibrahim adalah memilih jalan Allah SWT dengan mematuhi setiap perintah Allah meski mengorbankan apa yang dicintai.  Kita cinta diri, harta, benda, keluarga kalau malah mengganggu cinta kita pada Allah SWT harus kita korbankan. Bentuk pengorbanannya tentu juga sangat bijak.Ibrahim meski disuruh menyemblih anaknya ia tidak main babat saja tapi ada dialog dan komunikasi yang benar-benar mantap antara ia dan anaknya (As Shaaffaat 102).Jadi di sini terlihat sebuah proses, bahwa untuk mengorbankan hal lainnya demi cinta pada Allah SWT harus dilaksanakan sebijak mungkin. Tapi intinya cinta dan taat pada Allah adalah segala-galanya. Jangan berhenti untuk berupaya ke arah itu meski banyak rintangannya.<br />
<br />
Refleksi kisah Ibrahim ini hendaknya menjadi tauladan bagi kita semua umat muslim terutama bagi saudara-saudara kita yang sudah mendapat kesempatan melihat secara langsung napak tilas perjuangan Ibrahim AS di Mekah dengan berhaji. Masihkah kita mengutamakan cinta yang lain dari pada cinta dan taat pada Allah SWT? Semoga tidak. Wallahualam bisawab.<br />
<br />
Selamat Idul Adha 1429 H, mohon maaf lahir bathin.</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://abusyahraini.dagdigdug.com/?p=21&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_21" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abusyahraini.dagdigdug.com/2008/12/11/ibrah-dari-ibrahim/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>HADITS KEENAM :MENJAGA KESUCIAN JIWA</title>
		<link>http://abusyahraini.dagdigdug.com/2008/12/11/hadits-keenam-menjaga-kesucian-jiwa-halal-haram/</link>
		<comments>http://abusyahraini.dagdigdug.com/2008/12/11/hadits-keenam-menjaga-kesucian-jiwa-halal-haram/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Dec 2008 11:01:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abusyahraini</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[HADITS-40]]></category>

		<category><![CDATA[21177]]></category>

		<category><![CDATA[221]]></category>

		<category><![CDATA[3357]]></category>

		<category><![CDATA[34156]]></category>

		<category><![CDATA[34166]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abusyahraini.dagdigdug.com/2008/12/11/hadits-keenam-menjaga-kesucian-jiwa-halal-haram/</guid>
		<description><![CDATA[Dari Abu Abdillah Nu&#8217;man bin Basyir radhiallahuanhu dia berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas. Diantara keduanya terdapat perkara-perkara yang syubhat (samar-samar) yang tidak diketahui oleh orang banyak. Maka siapa yang takut terhadap syubhat berarti dia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya. 
Dan siapa yang terjerumus dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari Abu Abdillah Nu&#8217;man bin Basyir radhiallahuanhu dia berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas. Diantara keduanya terdapat perkara-perkara yang syubhat (samar-samar) yang tidak diketahui oleh orang banyak. Maka siapa yang takut terhadap syubhat berarti dia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya. <span id="more-35"></span></p>
<p>Dan siapa yang terjerumus dalam perkara syubhat, maka akan terjerumus dalam perkara yang diharamkan. Sebagaimana penggembala yang menggembalakan hewan gembalaannya disekitar (ladang) yang dilarang untuk memasukinya, maka lambat laun dia akan memasukinya. Ketahuilah bahwa setiap raja memiliki larangan dan larangan Allah adalah apa yang Dia haramkan. Ketahuilah bahwa dalam diri ini terdapat segumpal daging, jika dia baik maka baiklah seluruh tubuh ini dan jika dia buruk, maka buruklah seluruh tubuh; ketahuilah bahwa dia adalah hati “. (Riwayat Bukhori dan Muslim)</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<br />
Catatan :<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>• Hadits ini merupakan salah satu landasan pokok dalam syari&#8217;at.<br />
Abu Daud berkata :<br />
Islam itu berputar dalam empat hadits, kemudian dia menyebutkan hadits ini salah satunya.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<br />
Pelajaran yang terdapat dalam hadits diatas / :<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>1. Termasuk sikap wara&#8217;(*) adalah meninggalkan syubhat .<br />
2. Banyak melakukan syubhat akan mengantarkan seseorang kepada perbuatan haram.<br />
3. Menjauhkan perbuatan dosa kecil karena hal tersebut dapat menyeret seseorang kepada perbuatan dosa besar.<br />
4. Memberikan perhatian terhadap masalah hati, karena padanya terdapat kebaikan fisik.<br />
5. Baiknya amal perbuatan anggota badan merupakan pertanda baiknya hati.<br />
6. Pertanda ketakwaan seseorang jika dia meninggalkan perkara-perkara yang diperbolehkan karena khawatir akan terjerumus kepada hal-hal yang diharamkan.<br />
7. Menutup pintu terhadap peluang-peluang perbuatan haram serta haramnya sarana dan cara ke arah sana.<br />
8. Hati-hati dalam masalah agama dan kehormatan serta tidak melakukan perbuatan perbuatan yang dapat mendatangkan persangkaan buruk.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<br />
*. Wara&#8217; adalah sikap dari rasa takutnya seseorang dari perbuatan haram.<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>Tema-tema hadits yg terkait dg Al-Qur&#8217;an<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>1. Penetapan halal dan haram : 2 : 275, 16 : 115, 5 : 87<br />
2. Menghindari syubhat : 49 : 12<br />
3. Kedudukan hati : 26 : 89, 16 : 106, 22 : 46<br />
4. Allah Maha Berkuasa (Raja) : 5 : 40, 114 : 2</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://abusyahraini.dagdigdug.com/?p=35&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_35" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abusyahraini.dagdigdug.com/2008/12/11/hadits-keenam-menjaga-kesucian-jiwa-halal-haram/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ibrah dari Ibrahim</title>
		<link>http://abusyahraini.dagdigdug.com/2008/12/11/ibrah-dari-ibrahim-2/</link>
		<comments>http://abusyahraini.dagdigdug.com/2008/12/11/ibrah-dari-ibrahim-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Dec 2008 05:15:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abusyahraini</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Renungan Sehat]]></category>

		<category><![CDATA[207]]></category>

		<category><![CDATA[2834]]></category>

		<category><![CDATA[34157]]></category>

		<category><![CDATA[34158]]></category>

		<category><![CDATA[5716]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abusyahraini.dagdigdug.com/2008/12/11/ibrah-dari-ibrahim-2/</guid>
		<description><![CDATA[
Ibrahim A.S adalah manusia dari sejak kecilnya sudah yakin dengan Tuhan yang tunggal yaitu Allah SWT, meski ia lahir dari bapaknya seorang pematung yang menghasilkan karya untuk di sembah masyarakat Babilonia. Seperti kita lihat bagaimana ia berhadapan dengan Raja Namrudz Raja Babilonia, ia dengan tegas mengatakan tidak mempertuhankan selain Allah SWT termasuk Namrudz (Al Baqarah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://abusyahrain.files.wordpress.com/2008/12/3087217226_b223a09be4_o.jpg?w=300" alt="3087217226_b223a09be4_o" width="300" height="259" /></p>
<p>Ibrahim A.S adalah manusia dari sejak kecilnya sudah yakin dengan Tuhan yang tunggal yaitu Allah SWT, meski ia lahir dari bapaknya seorang pematung yang menghasilkan karya untuk di sembah masyarakat Babilonia. Seperti kita lihat bagaimana ia berhadapan dengan Raja Namrudz Raja Babilonia, ia dengan tegas mengatakan tidak mempertuhankan selain Allah SWT termasuk Namrudz (Al Baqarah 258).</p>
<p>Selanjutnya, selain taat pada Allah SWT. Ibrahim tidak lupa berdoa untuk orang tuanya meski ia tahu orang tuanya adalah musuh Allah SWT.Dan memohonkan ampun atas kesalahan Bapaknya kepada Allah SWT dilakukannya sebagai ujud memenuhi janji seorang anak kepada Bapaknya. Namun demikian Ibrahim tetap tahu kalau doa itu akan sia-sia, karena tidak akan ada ampun bagi orang yang berbuat kemusyrikan (AtTaubah 114).<span id="more-34"></span></p>
<p>Pelajaran yang lain dari Ibrahim adalah cinta pada Allah SWT melebih dari segala cinta yang ada di hatinya terhadap makhluk Allah SWT lainnya. Inilah sepenggal kisah yang dalam sejarah sudah banyak diketahui oleh muslim. Bukan main cintanya Ibrahim pada anaknya, karena lama waktu ia menunggu kehadirannya. Akan tetapi setelah dikarunia anak, Allah SWT menguji dengan perintah sembelih. (As Shaaffaat 102). Sangat cinta pada Anak tapi ia lebih cinta pada Allah SWT.</p>
<p>Bukankah hal ini sangat bijak untuk kita tiru dalam kehidupan sehari-hari.  Tentu tidak ada paksaan dalam beragama (al Baqarah 186).  Kita hidup di dunia sudah barang tentu sebagai ladang ujian. Karena itu maksud diciptakan-Nya Surga dan Neraka, untuk membalas semua yang kita lakukan di dunia. Kita sebagai manusia yang berakal, boleh pilih antara keduanya. Sebagai pemilih harusnya salah satu, karena memilih dua namanya kita tak konsisten.</p>
<p>Istiqamahnya (baca : konsisten) Ibrahim adalah memilih jalan Allah SWT dengan mematuhi setiap perintah Allah meski mengorbankan apa yang dicintai.  Kita cinta diri, harta, benda, keluarga kalau malah mengganggu cinta kita pada Allah SWT harus kita korbankan. Bentuk pengorbanannya tentu juga sangat bijak.</p>
<p>Ibrahim meski disuruh menyemblih anaknya ia tidak main babat saja tapi ada dialog dan komunikasi yang benar-benar mantap antara ia dan anaknya (As Shaaffaat 102).  Jadi di sini terlihat sebuah proses, bahwa untuk mengorbankan hal lainnya demi cinta pada Allah SWT harus dilaksanakan sebijak mungkin. Tapi intinya cinta dan taat pada Allah adalah segala-galanya. Jangan berhenti untuk berupaya ke arah itu meski banyak rintangannya.</p>
<p>Refleksi kisah Ibrahim ini hendaknya menjadi tauladan bagi kita semua umat muslim terutama bagi saudara-saudara kita yang sudah mendapat kesempatan melihat secara langsung napak tilas perjuangan Ibrahim AS di Mekah dengan berhaji. Masihkah kita mengutamakan cinta yang lain dari pada cinta dan taat pada Allah SWT? Semoga tidak. Wallahualam bisawab.</p>
<p>Selamat Idul Adha 1429 H, mohon maaf lahir bathin.</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://abusyahraini.dagdigdug.com/?p=34&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_34" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abusyahraini.dagdigdug.com/2008/12/11/ibrah-dari-ibrahim-2/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Terhalang Jodoh Karena Sihir</title>
		<link>http://abusyahraini.dagdigdug.com/2008/12/05/terhalang-jodoh-karena-sihir/</link>
		<comments>http://abusyahraini.dagdigdug.com/2008/12/05/terhalang-jodoh-karena-sihir/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Dec 2008 11:24:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abusyahraini</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Renungan Sehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abusyahraini.dagdigdug.com/2008/12/05/terhalang-jodoh-karena-sihir/</guid>
		<description><![CDATA[Saudaraku muslimah ataupun muslim, memang menggelisahkan kalau umur sudah lanjut tapi jodoh tak kunjung datang. Mungkin ada kendala yang diluar kuasa kita tapi diizinkan oleh Allah SWT. Berikut adalah cerita dari Ulama Salaf Syeihk Wahid bin Abdussalam Baali dalam bukunya “Ash Shaarimul Battaar fit Tashaddi lis Saharatil Asyraar”.

Ada seorang yang dengki lagi penuh tibu daya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saudaraku muslimah ataupun muslim, memang menggelisahkan kalau umur sudah lanjut tapi jodoh tak kunjung datang. Mungkin ada kendala yang diluar kuasa kita tapi diizinkan oleh Allah SWT. Berikut adalah cerita dari Ulama Salaf <strong>Syeihk Wahid bin Abdussalam Baali</strong> dalam bukunya “<em>Ash Shaarimul Battaar fit Tashaddi lis Saharatil Asyraar”.</em></p>
<p><span id="more-20"></span></p>
<p>Ada seorang yang dengki lagi penuh tibu daya pergi ke dukun yang sangat jahat dan meminta supaya dibuatkan sihir untuk anak perempuan si fulan. Kemudian tukang sihir itu meminta nama wanita itu dan nama ibunya, serta meminta barang atau benda yang sudah pernah dipakai wanita itu.</p>
<p>Selanjutnya tukang sihir pun melancarkan sihirnya. Dia beri tugas kepada satu jin atau lebih untuk menjalankan sihir. Kemudian jin itu pergi menyertai wanita itu, sehingga dia bisa masuk ke dalam tubuhnya pada 4 keadaan :</p>
<ol>
<li>Rasa takut yang mencekam</li>
<li>Marah yang memuncak</li>
<li>Lengah yang cukup parah</li>
<li>Diliputi nafsu syahwat</li>
</ol>
<p>
<b>Sedangkan jin  sendiri mengalami dua keadaan:</b></p>
<ol>
<li>Dia masuk ke wanita itu, ia membuat wanita itu merasa tidak cinta kepada laki-laki yang melamarnya dan kemudian menolaknya.</li>
<li>Jin itu tidak bisa masuk sehingga melancarkan sihir yang mengelabui pandangan dari luar tubuhnya, sehingga ia membuat bayangan bagi laki-laki yang melamar wanita itu Nampak seperti wanita jelek dan tak menarik. Dan hal itu juga ia lakukan kepada pihak wanita juga memandang laki-laki itu tak layak.</li>
</ol>
<p>Oleh karena itu, Anda akan menyaksikan setiap laki-laki yang maju melamar wanita ini pasti menolaknya, meskipun secara prinsip dia menerima wanita tersebut.</p>
<p>Pada sihir yang dahsyat, Anda akan mendapatkan  bahwa laki-laki yang datang melamar wanita ini, sejak akan masuk rumah sudah merasakan sesak yang cukup parah dan kehidupan ini terasa gelap baginya. Dia merasakan rumah itu seakan-akan penjara olehnya, sehingga dia tak mau kembali ke rumah itu.</p>
<p>Dalam menjalankan hal ini jin itu menyebabkan wanita itu merasa pusing dari waktu ke waktu.</p>
<p><b>Gejala-gejala Sihir Penghalang pernikahan:</b></p>
<ol>
<li>Merasa pusing dari waktu ke waktu, yang tidak hilang dengan meminum obat ke dokter.</li>
<li>Rasa sesak di dada, khusus setelah waktu ‘Ashar sampai pertengahan malam</li>
<li>Laki-laki pelamar nampak buruk sekali.</li>
<li>Banyak berpikir (pikiran kacau)</li>
<li>Terjadi kegoncanyan yang banyak di waktu tidur.</li>
<li>Juga terasa sakit di tulang punggung bagian bawah</li>
</ol>
<p>Kalau diantaranya saudarku muslimah yang belum dapat jodoh dan merasakan tanda-tanda seperti ini,  hendaknya bersegera berlindung pada Allah SWT dan meminta orang-orang shaleh untuk meruqyiah secara syariyyah.</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://abusyahraini.dagdigdug.com/?p=20&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_20" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abusyahraini.dagdigdug.com/2008/12/05/terhalang-jodoh-karena-sihir/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Terhalang Jodoh Karena Sihir</title>
		<link>http://abusyahraini.dagdigdug.com/2008/12/05/terhalang-jodoh-karena-sihir-2/</link>
		<comments>http://abusyahraini.dagdigdug.com/2008/12/05/terhalang-jodoh-karena-sihir-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Dec 2008 11:35:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abusyahraini</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Renungan Sehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abusyahraini.dagdigdug.com/2008/12/05/terhalang-jodoh-karena-sihir-2/</guid>
		<description><![CDATA[Saudaraku muslimah ataupun muslim, memang menggelisahkan kalau umur sudah lanjut tapi jodoh tak kunjung datang. Mungkin ada kendala yang diluar kuasa kita tapi diizinkan oleh Allah SWT. Berikut adalah cerita dari Ulama Salaf Syeikh Wahid bin Abdussalam Baali dalam bukunya “Ash Shaarimul Battaar fit Tashaddi lis Saharatil Asyraar”.

Ada seorang yang dengki lagi penuh tibu daya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saudaraku muslimah ataupun muslim, memang menggelisahkan kalau umur sudah lanjut tapi jodoh tak kunjung datang. Mungkin ada kendala yang diluar kuasa kita tapi diizinkan oleh Allah SWT. Berikut adalah cerita dari Ulama Salaf <strong>Syeikh Wahid bin Abdussalam Baali</strong> dalam bukunya “<em>Ash Shaarimul Battaar fit Tashaddi lis Saharatil Asyraar”.</em></p>
<p><em><span id="more-31"></span></em></p>
<p>Ada seorang yang dengki lagi penuh tibu daya pergi ke dukun yang sangat jahat dan meminta supaya dibuatkan sihir untuk anak perempuan si fulan. Kemudian tukang sihir itu meminta nama wanita itu dan nama ibunya, serta meminta barang atau benda yang sudah pernah dipakai wanita itu.</p>
<p>Selanjutnya tukang sihir pun melancarkan sihirnya. Dia beri tugas kepada satu jin atau lebih untuk menjalankan sihir. Kemudian jin itu pergi menyertai wanita itu, sehingga dia bisa masuk ke dalam tubuhnya pada empat keadaan :</p>
<p>1. Rasa takut yang mencekam</p>
<p>2. Marah yang memuncak</p>
<p>3. Lengah yang cukup parah</p>
<p>4. Diliputi nafsu syahwat</p>
<p>Sedangkan jin sendiri mengalami dua keadaan:</p>
<p>1. Dia masuk ke wanita itu, ia membuat wanita itu merasa tidak cinta kepada laki-laki yang melamarnya dan kemudian menolaknya.</p>
<p>2. Jin itu tidak bisa masuk sehingga melancarkan sihir yang mengelabui pandangan dari luar tubuhnya, sehingga ia membuat bayangan bagi laki-laki yang melamar wanita itu Nampak seperti wanita jelek dan tak menarik. Dan hal itu juga ia lakukan kepada pihak wanita juga memandang laki-laki itu tak layak.</p>
<p>Oleh karena itu, Anda akan menyaksikan setiap laki-laki yang maju melamar wanita ini pasti menolaknya, meskipun secara prinsip dia menerima wanita tersebut.</p>
<p>Pada sihir yang dahsyat, Anda akan mendapatkan bahwa laki-laki yang datang melamar wanita ini, sejak akan masuk rumah sudah merasakan sesak yang cukup parah dan kehidupan ini terasa gelap baginya. Dia merasakan rumah itu seakan-akan penjara olehnya, sehingga dia tak mau kembali ke rumah itu.</p>
<p>Dalam menjalankan hal ini jin itu menyebabkan wanita itu merasa pusing dari waktu ke waktu.</p>
<p>Gejala-gejala Sihir Penghalang pernikahan:</p>
<p>1. Merasa pusing dari waktu ke waktu, yang tidak hilang dengan meminum obat ke dokter.</p>
<p>2. Rasa sesak di dada, khusus setelah waktu ‘Ashar sampai pertengahan malam</p>
<p>3. Laki-laki pelamar nampak buruk sekali.</p>
<p>4. Banyak berpikir (pikiran kacau)</p>
<p>5. Terjadi kegoncanyan yang banyak di waktu tidur.</p>
<p>6. Juga terasa sakit di tulang punggung bagian bawah</p>
<p>Kalau diantaranya saudarku muslimah yang belum dapat jodoh dan merasakan tanda-tanda seperti ini,  hendaknya bersegera berlindung pada Allah SWT dan meminta orang-orang shaleh untuk meruqyiah secara syariyyah.</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://abusyahraini.dagdigdug.com/?p=31&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_31" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abusyahraini.dagdigdug.com/2008/12/05/terhalang-jodoh-karena-sihir-2/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
